Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2008

A language, enough?

Just remembered 'bout an advertisment of a language course which show a fish with dog sound, when a cat get closer, and then a banner shown "need to learn other language?" So great effort I think, to aware all people how important mastering other language. Simply, by them, we can understand other opinion to bring their 'sound' to make it to be stereo, to open our eyes widely, to sharpen our feeling with new taste...


May be I am not so talent in this side, becuase till today, just a little bit can be understood or just in minimum standard to make a communication. About 8 years ago, when started learning english, never have an imagination to go abroad, just forced by a big motivation to answer a question, "why I can not speak english". Ya, so simple question, but difficult to be answered. Today, I realize that other languages are so important to be mastered by teacher, not only for english teacher. So many references that wrote in english, so many sites write in english, so many movie for teaching learning, also in english. So how can we understand the content without hold the key.

As my life run, though, a language is not enough. I need other language, nihon go. Greedy?? May be, just to use the chance given by God. Unfortunately, my brain is so full, so stupid, so slow. Look like a computer, may be same as pentium I, so slow in understanding it. Here, english is like in Indonesia, no one doubt about ability in english as far can speak their own language well. So, people who able to speak in english are rare even the proffesor.

Briefly, Nihon go is important since all literatures at school are in this language. Little bit different with our country, which so many english source book can be got easily, here, difficult. The other reason, may be you know, almost all my little friends, so hypnotized by some thing 'smell' Japan which finally gives their hope, some day they want to be a cartoonist or animania, someday, they want follow me, come here.. yokoso Japan.

Truely hard in middle age like me, but let me try to keep my mind and spirit, let me do my best here. Someday, I'll transfer it to you.. my little friend...

Read More..

Rabu, 20 Agustus 2008

Guruku Melek Internet

Suatu ketika, saat chatting dengan seorang murid, dia terperanjat manakala dia tanya punya alamat friensdster. 'Ih... bapak punya friendster??? Ih... gaul ni ye...' Saya tertawa sendiri di depan komputer sambil bertanya-tanya, apa nggak boleh menjadi seorang guru yang gaul? Memang chatting dengan teman-teman kecil sudah biasa, nyaris tiap hari saya lakukan, namun justru reaksi satu teman kecil tadi itu yang mengusik perasaan saya. Jangan kaget, manakala berkunjung ke friendster saya, yang ditemukan adalah begitu banyak sahabat kecil saya, murid-murid yang sangat saya sayangi, bukan teman kerjaku.


Manakala di negara lain, seolah saya tidak bisa hidup tanpa internet barang sehari, sungguh miris keadaannya, manakala saya harus melihat fakta, banyak sekolah masih tidak sanggup menyambung internet bahkan mengganggap sebagai barang tiada guna. Tidak heran, cukup sulit untuk menemukan guru yang melek internet. Padahal dengan internet, pembelajaran di kelas Insya Allah bisa lebih berwarna. Banyak film pembelajaran bisa didownload, banyak gambar menarik, dan terpenting, banyak fakta-fakta yang bisa dijadikan bahan pembelajaran.


Hal yang lebih serius sebenarnya pada tantangan jaman ke depan. Sekarang ini, teman-teman kecil saya tadi misalnya, terbiasa emailan, chatting, ngeblog, lihat film di youtube, nabolister, imeem, atau bahkan situs ngesek-esek seperti xnyz, sementara teman besar saya, mengertipun tidak. Begitu besar kesenjangan dunia muda dan dunia tua. Lalu kepada siapa mereka harus bertanya, kalau semua guru tidak pernah tahu hidupnya siswa di dunia maya??


Problem penguasaan internet oleh rekan guru sebenarnya bukan masalah yang sulit untuk dipecahkan. Kembalikan saja pada individu masing-masing. Prinsip utamanya, jangan seneng bergantung pada fasilitas pihak lain, alias gratisan, entah itu sekolah atau teman. Tanpa mulai belajar sekarang tidak akan bisa juga dihari esok. Suatu hari saya ingin mendengar semua siswa berkata "Guruku pinter internet lho!!!"

Read More..

Bahasaku


Bahasa. Itulah kiranya senjata yang ampuh untuk meluluhkan hati semua orang bahkan merubah dunia sekalipun. Ketika bahasa tengah beraksi, orangpun akan terperangah manakala ia disisipkan dengan kata-kata ilmiah, kata-kata Bahasa Inggris tingkat tinggi, yang membuat orang lain semakin tidak mengerti. Orang akan mudah sekali menyimpulkan bahwa dialah orang hebat, sehebat rangkaian kata yang ia ciptakan, sama kesimpulannya seperti saya, karena saya tak mampu melakukannya.

Mungkin karena bahasa itu juga, negeriku yang aman menjadi semakin tidak karuan. Bahasa telah menciptakan orang-orang yang pandai berbicara, namun tidak pandai melakukan. Bahasa telah menciptakan orang-orang yang pandai mengkritik, namun tidak pandai menghargai perasaan orang. Bahasa telah menciptakan orang-orang yang pandai berdebat, namun tidak pandai untuk menyelesaikan masalah. Bahasa telah mampu menciptakan orang-orang yang pandai mencari uang, namu tidak pandai berbagi dengan sesama.

Bahasaku adalah bahasa desa, kutuliskan untuk teman kecilku, para siswaku, agar mereka mau mengerti hidup. Bahasaku adalah bahasa kalbu, yang kuucapkan untuk menyambung silaturahmi. Bahasakulah, yang akan kupertanggungjawabkan suatu saat nanti.

Read More..